Artikel Utama:

  • Trinitas Kristen Berbenturan Dengan Tuhan Yang Maha Esa? Padahal Setan-Setan pun Percaya Akan KeesaanNya?

    Absurditas Saudara Eggi Sudjana yang menyinggung banyak pihak agama itu sebetulnya tidak terletak pada niatnya untuk merusuhi agama-agama orang lain. Namun lebih dari itu, ia justru lancang meletakkan agama orang-orang lain dalam wilayah-iman yang tidak mengimani apa yang dia timpakan itu! Ringkasnya, orang Kristen telah diletakkannya sebagai penyembah Tuhan Trinitas YANG BUKAN MAHAESA! Maka mari, saatnya kini kita bukakan pencerahan kepada sdr Eggi Sudjana dan konco-konconya tentang SIAPA itu Tuhan Trinitas yang disembah oleh milyaran orang Kristen sedunia.
  • Dimana Ada Tersimpan Quran Yang Tanpa Kesalahan?

    Ketika bertanya kepada ahli-ahli Muslim, yang sangat hafal akan Al-Quran dan yang terlatih dalam seni membaca Al-Quran (tajwiid), anda akan melihat bahwa tidak hanya ada “satu” Al-Quran, tetapi bahwa orang-orang Muslim memiliki berbagai jenis Al-Quran. Ini yang mereka sebut sebagai “bacaan” atau “cara melafalkan” (qira'aat) dari Al-Quran. Untuk setiap bacaan Al-Quran mereka akan mengutip salah satu tokoh Muslim dari awal masa Islam, yang cara lafalnya, sampai hari ini, dianggap yang paling benar. Setiap bacaan dari tokoh yang demikian diriwayatkan oleh paling tidak dua orang tokoh Muslim lain dengan cara masing-masing. Versi Al-Quran yang didistribusikan hampir ke seluruh dunia sekarang ini sebagai sebuah kitab berbahasa Arab yang memakai lafal baca ‘Asim (wafat 745) yang diriwayatkan oleh Hafs (wafat 796). Namun sebenarnya, ada enam lagi cara bacaan Al-Quran. Salah satunya adalah lafalan Nafi (wafat 785) –yang diriwayatkan oleh Warsh (wafat 812)—yang sampai sekarang masih dipakai di Maroko. Lima lafalan yang lain adalah dari Ibnu Amir (wafat 770), dari Ibnu Katsir (wafat 773), dari Ibnu Amir (wafat 770), dari Hamzah (wafat 773) dan dari Al Kasa’i (wafat 804).
  • Jutaan Muslim Tertipu Dalam Idul Qurban

    Akhirnya, siapakah Muslim yang siap menjadi begitu idiot sehingga akan meniru “sunnah Ibrahim” untuk membunuh seseorang jikalau ia bermimpi demikian? Tidak Muslim, tidak Muhammad, bukan? Kalau begitu kenapa Muslim mau membiarkan dirinya percaya akan dongeng gila yang paling tidak bertanggung jawab itu? Jawabnya hanya satu: Setan telah mem-brain-washed semua akal sehat Muslim.
  • Muslimah Makin Menggugat Hukum Allah Bagi Kaumnya

    Semakin kentara, bahwa berbicara tentang status wanita Muslim adalah berbicara tentang gugatan wanita kepada sosok-sosok yang mengatas-namakan Allah dalam menista wanita. Bukan rahasia lagi bahwa Hukum Islam menganggap wanita tidak utuh. Kesaksian seorang wanita (di pengadilan) hanya bernilai setengah dari kesaksian pria 1. Wanita telah dianggap tidak memiliki intelegensia yang setara dengan pria dan juga dalam menerapkan praktek-praktek agama 2. Lebih mengenaskan lagi wanita dianggap pula sebagai harta milik seperti halnya emas, perak, kuda dan ternak 3. Seseorang wanita telah disamakan sebagai sebuah ladang-olahan yang boleh dikerjakan atasnya seenak kehendak suaminya 4. Dan sungguh getir mendapati Allah yang Maha Adil dan Bijak namun memproklamirkan hak kepada para pria untuk mengganti salah satu istrinya jikalau ingin mendapatkan istri yang lainnya asalkan maharnya jangan diambil kembali 5. Dan yang paling menyakitkan adalah pernyataan Muhammad bahwa wanita itu datang dalam bentuk setan: “Jabir melaporkan bahwa Rasul Allah melihat seorang wanita, sehingga beliau (merasa perlu) mendatangi istrinya Zainab yang sedang merawat kulitnya, untuk berhubungan sex dengannya. Setelah itu beliau mendatangi para sahabatnya dan berkata kepada mereka: Perempuan datang menggoda dalam bentuk setan, maka bilamana seseorang diantara kamu melihat seorang perempuan, ia harus mendatangi istrinya (untuk sex), sebab itulah yang akan mengusir apa yang dirasakannya dalam hatinya”. (Shahih Muslim, Buku 8 no.3240)
  • Berapa Jumlah Mukjizat Nabi Muhammad SAW? Melebihi 300

    Jika nabi-nabi di Alkitab diperlengkapi Tuhan dengan mujizat; mengapa hanya Muhammad seorang yang tidak diberi kuasa mukjizat oleh Allah? Tampaknya Muhammad tidak bermukjizat karena Allahnya sendiri dan juga Jibril-pun tidak bermukjizat! Trio Allah- Jibril- Muhammad tidak pernah membuktikan EVENT mukjizatnya kepada seorangpun dari umat Arab diabad ke-7! Tak ada saksi mata langsung, apalagi secara mutawatir. Semua jenis mukjizat Allah yang dikisahkan dalam Quran hanyalah kisah retelling-stories (kisah ulang) dari kuasa mukjizatnya TUHAN ALKITAB kepada umat Israel diabad-abad yang lampau, bukan Allah SWT membuat mukjizat di tanah Arab! Karena itu semua Muslim telah tertipu! Dan semua mukjizat2 hebat yang muncul kemudian di Sirat dan Hadis-hadis itu hanyalah kisah/dongeng asyik yang diedarkan setelah 200 tahun kematian Muhammad! Dan itu bahkan juga sudah didustakan oleh Hadis lainnya yang shahih –HADIS KONTRA HADIS– maka bacalah hadis ini keras-keras dimana Muhammad sendiri yang berkata: “Tiada nabi yang tidak diberi mukjizat sehingga orang-orang jadi yakin dan percaya, melainkan aku diberikan Wahyu Illahi yang Allah nyatakan padaku.” (Shahih Bukhari 9.92.379).
  • Apa Kata Al-Qur'an Mengenai Kitab Suci Sebelumnya? Dan Apa Faktanya?

    Al-Quran mengklaim bahwa dirinya adalah wahyu dari Allah yang sama dan merupakan keterusan dari pewahyuan kepada segala nabi-nabi terdahulu sejak Adam, Nuh, dan Ibrahim. NAH, Pemberitaan tertulis dari pelbagai nabi-nabi Tuhan disepanjang zaman memungkinkan kita men-deteksi apakah Alkitab dan Al-Quran termasuk kitab yang dikorup atau tidak. Karena datangnya dari satu Tuhan yang sama, maka kitab-kitab tsb haruslah memperlihatkan satu kesinambungan konsepsi dalam satuan kebenaran Tuhan, khususnya tentang sosok ilahi dan utusanNya. Adakah itu?
  • Kemartiran Imam Hussein - Siapakah Yang Harus Disalahkan?

    Jadi, siapakah yang bertanggungjawab atas kematiannya dan kematian keluarganya? Tidak seorangpun kecuali dia sendiri. Dan 1.300 tahun kemudian kelompok Syiah masih memukuli diri sendiri mengenang kematiannya. Hussein mati karena ia bodoh. Jika ia menjadi Khalif, kemungkinan besar ada lebih banyak orang lagi yang akan terbunuh. Pertikaian antara faksi-faksi yang berbeda di kalangan Muslim di sepanjang sejarah tidak pernah berkenaan dengan menyelamatkan Islam. Senantiasa karena kekuasaan. Namun demikian, mereka semua mengklaim diri sebagai pembela Islam. Islam selalu digunakan sebagai sarana politik. Bahkan di masa kini, faksi-faksi yang bertikai di dunia Muslim mengklaim sedang membela Islam.